Pages

Showing posts with label komputer. Show all posts
Showing posts with label komputer. Show all posts

Saturday, January 12, 2008

Mendadak! (Tak Terduga)

Kegiatan gw pada tanggal 11 dan 12 ini yang lagi hot - hot nya adalah melihat perkembangan bapak pembangunan kita yang sedang dalam masa kritis. Setiap stasiun televisi pasti akan selalu up to date mengenai beritanya mantan pemerintah kita yang berkuasa selama kurang lebih 32 tahun ini. Seperti diketahui bapak mantan presiden sekarang sedang mengalami sakit yang cukup parah, beliau mendadak masuk rumah sakit sekitar delapan hari yang lalu. Sehingga menguak wacana bagaimana seandainya kasus - kasus nya di bekukan saja. Yang gw ketahui bila beliau mangkat maka kasus pidananya akan hilang dengan sendirinya, namun kasus perdatanya masih dapat dilanjutkan. Sebagai bangsa yang bermartabat kita sebaiknya memaafkan dan mendoakan agar beliau diberikan yang terbaik dari Nya.


Oke let's go! selanjut nya kegiatan gw kemarin itu adalah memformat komputer hitam nya punya si adek gw. Kejadiannya mendadak dan tak terduga, yaitu pada saat salah satu asisten rumah tangga senior gw sedang mencari baju PSL, doi memuka dan memindai isi lemari kamar gw yang isinya campur aduk dari baju sampe peralatan komputer. Tanpa disangka - sangka CD Driver yang selama ini gw cari beserta CD Original Win XP Pro akhirnya ditemukan juga. Dengan senang hati sebelum shalat jum'at gw menyimpan CD itu baik - baik. Setelah shalat jum'at-an tanpa disangka - sangka DJ Abah main kerumah gw, makanya gw pun berfikir karena ada ahli komputer bisa neh buat format komputer adek gw dibawah pantauan doi.

Ga berapa lama, dengan inisiatif supir gw membeli ayam bakar nyumi dan lezatnya untuk makan siang. Akhirnya sembari memformat ulang komputer adek gw, gw dan DJ Abah pun menyantap makan siang dengan lahap nya. Pada sore harinya menjelang magribh komputer pun sudah dapat diinstall dengan utilities. Lalu dengan tidak terduga untuk ke sekian kalinya, tiba - tiba si inez datang kerumah, bawa laptop nya. Kebetulan laptop nya kena virus yasuw lah dibetulkan oleh si ahli komputer dari timur tengah ini.

Huff.. Memang terkadang di dunia ini banyak yang tak terduga dan terjadi dengan mendadak. So! be careful.. (nyambung kagak?) uahahuaha! bye..

Wednesday, January 2, 2008

Ketemu Temen Lama

Pagi ini hari rabu tanggal 2 january gw baru bisa terlelap sekitar pukul 02.00 dini hari. Pemicu nya adalah karena gw tidur siang kelamaan banget ampe malemnya susah tidur. Lagi enak - enaknya tidur tuh ya kira - kira jam 9an lah ada telfon di hape gw bunyi ringtone "diazinone" nya kenceng buanget! anjir dalem hati kesel juga gw, gw bergegas bangun tidur dan angkat telefon ternyata si Abud yang nelfon mau dateng keruman. Emang sih kemarenya gw udah janjian ama dia, soalnya dia mau reparasi pc baru gw itu.

Yup setelah tunggu setengah jam si Abud dateng juga dan mulai lah menginstall program yang diperlukan. Sampai suatu saat dia lagi nginstall ms office 2007 ternyata file nya corrup, yasuw download dulu deh dari kaskus file nya kira - kira 500mb. Abis download ini itu dan install ini itu akhirnya doi kan pulang tuh, terus gw anter ke rumahnya di pulomas. Sepulang dari pulomas gw laper yaudah gw melajukan motor gw ke warung padang di rumah sakit islam.

Di jalan sedikit keujanan gw nih, tapi untung ga jadi ujan deres deh. Sampe di daerah rumah sakit islam gw ketemu sama temen smp gw dulu namanya si saka. Pertama gw juga agak - agak lupa, tapi modal nekat aja gw nyapa dia (gw masih pake helm full face) "oi saka pakabar lo?" dia nya bingung, akhirnya gw buka helm setengah dia masih bingung uhauhauahuah kacau deh. Akhirnya gw lepas helm dan dia inget "oh yudho" trus tanya ini itu bentar aja ga terasa itu jalan sempit dan gw berhentiin motor sambil ngobrol di tengah jalan. Bah! ternyata belakang gw udah antri panjang, yasuw lah ngobrol dikit and gw cabut deh makan nasi padang.

sorenya ampe malem nih gw nulis postingan ini gw cuma online - online ga jelas aja trus tidur - tiduran dan nonton tivi karena ga ada kerjaan. Cape aja gw ga jalan - jalan karena gw kira sodara gw pada dateng hari ini dari surabaya & makassar tapi belom nyampe rumah gw. Mungkin pesawatnya pada delay kali ya. Yaudah kalo gitu ampe ketemu lagi di postingan berikutnya, chaos!

Tuesday, May 15, 2007

Vista, Gates, Jobs, dan Apple

Di suatu mall di San Francisco, ada seorang pria berpakaian lusuh masuk ke Louis Vuitton. Pria itu bercelana jeans lusuh dengan t-shirt santai. Ia menanyakan jas yang dipajang di salah satu manequinnya. Sales pertama cuek, trus dilempar ke temannya. Sales kedua (temannya) meladeni pria itu dengan santai, ngobrol soal model dan harga, bahkan membantu si pria menelepon ke store lain untuk mendapatkan ukuran yang pas buat si pria itu. Setelah menemukan di Luis Vuitton New York, pria lusuh tadi minta dikirim ke kantornya sambil menyodorkan kartu nama.

Sewaktu sales itu menunjukkan kartu nama tadi ke temannya, sales pertama itu cuma bisa bengong melihat namanya: Steve Jobs.

There’s an old saying, don’t judge a book by it’s cover. Penampilan fisik Jobs memang mendistorsi karya-karyanya yang spektakuler. Tipikal geek, penampilan biasanya urusan kesekian. Jobs awalnya adalah hippie; di kantor cuma bercelana pendek dan telanjang kaki. Untuk mengusir stress dia biasa menyiram kakinya dengan flush di toilet. Bill Gates juga dikenal suka berpenampilan nyentrik. Kalau menghadiri acara resmi hanya mengenakan polo shirt. Gates juga punya kebiasaan aneh: duduk sambil menggoyangkan badannya maju mundur.

Pada 9 Januari kemarin, Jobs berbicara di Macworld Expo di San Francisco. Jobs mengenalkan iPhone, ponsel canggih dengan sensor control yang unik, touch screen, browser “baby” Safari, bisa switch EDGE ke WiFi, 4GB dan 8GB Flash memory, dan bahkan dilengkapi Google Maps di dalamnya. Jobs juga mengumumkan balik nama Apple Computer, Inc. menjadi Apple Inc. Katanya, “Now we have the Mac, the iPod and the AppleTV, the Mac is the only one you’d think of as a computer and we think that our name should reflect this.”

Menariknya, selesai Jobs presentasi, saham Apple naik $7 sampai sekitar $92,57. Sementara saham produsen Smartphone lain seperti Treo turun 5,7%, Research in Motion (Blackberry) turun 7,9%, dan Motorola turun 1,8%.

Pada waktu yang hampir bersamaan, Gates “balas” merilis Vista di New York City. Vista Home Basic dilabeli $199 atau $99,95 untuk versi upgrade. Vista Home Premium dibanderol $239 atau $159 untuk versi upgrade. Sementara Vista Ultimate dijual $399 atau $259 versi upgrade. Untuk bisa menjalankan Vista dengan lancar, disarankan punya CPU 1GHz, 1GB RAM, DirectX9, dan 128MB dedicated video RAM dengan 40GB hardisk kosong.

Ketika ditanya Steve Hamm, apakah Gates mau membeli Apple iPhone seharga $499 atau $599, ia menjawab sederhana, “I like to dial numbers with one hand, and maybe I’m the only one. The phone is one where we think software will be the critical element. If there’s anything about the iPhone, it’s software. How many companies in the world can do really great software? So the key trend to look at is the importance of software and then say who really has shown the ability to do strong software? In some ways, just we have.”

Tapi soal “kebut-kebutan” antara Jobs dan Gates sebenarnya adalah lagu lama. Di film Pirates of the Silicon Valley diceritakan awal “kemesraan” keduanya, sampai GUI Apple dicontek Microsoft. Apple kemudian hancur-hancuran. Jobs ditendang dari perusahaannya. Kita tahu kemudian Apple di-knockout oleh kesaktian duet Windows-Intel dan Windows-AMD. Motorola-IBM yang berjanji akan mengimbangi Intel dan AMD ternyata gagal total. G3 berbau, G4 dilibas Pentium, dan G5 panasnya luar biasa. Praktis Apple cuma menang di desain.

Di buku iCon Steve Jobs: The Greatest Second Act in the History of Business juga diceritakan kisah yang hampir serupa. Duel sengit Apple dan Microsoft, sampai kebangkitan Apple lewat iPod dan menyusul inovasi-inovasi khas Jobs lainnya dipaparkan gamblang. Di akhir cerita Jobs mulai bergandeng tangan lagi dengan Gates.

Dibanding spend more untuk upgrade ke Vista (dan spend more lagi untuk belanja RAM dan video card), saya lebih prefer untuk switch ke Mac. Apalagi untuk laptop, dimana low-end Apple sebenarnya setara dengan mid-end laptop Windows. Dengan asumsi zero-piracy, cuma Mac produk yang buka dari kardus langsung bisa jalan ini-itu tanpa perlu install macam-macam. Bisa ngetik dokumen layaknya desainer, bikin presentasi yang cakep, networking yang komplit, sampai bikin album foto atau dvd movie dengan sangat mudah.

Mau perlu apa-apa tinggal command+space pakai Spotlight. Dijamin ketemu. Mau bikin web tinggal pakai iWeb. Gampang dan layoutnya bagus. Mac juga tak perlu “maintenance” ala Windows. Lupakan defrag, registry edit, dan semacamnya. Ada sih bersih-bersih file atau program dan perawatan hardisk. Tapi itupun cuma klik-klik sederhana.

Dibanding Mac OSX, User Account Control milik Vista ribet karena tiap buka program ditanya hak aksesnya. Flip3D Vista juga kalah fungsi dan kegunaannya dibanding Expose milik Mac. Mac juga tak perlu anti virus. Aplikasi program juga nggak seribet di Windows. Asal ada Adobe dan Macromedia, Mac sudah lebih dari cukup. Cuma saya masih pusing nyari pengganti SPSS dan Amos di Mac. :)

Saat sekarang, kerja keras dan kreativitas Jobs terbayar sudah. Pria bahagia dengan 4 anak, kehidupan yang mapan, pendapatan dividen tahun lalu $43 juta, dan bebas keluar masuk Disneyland. Kurang apa lagi? Jobs adalah pemegang saham individu terbesar di Walt Disney dengan kepemilikan sekitar 6,7% atau $4,9 milyar — terhitung sejak Pixar Animation Studios dilego ke Disney. Walau begitu, sebagai orang pertama di Apple, Jobs hanya makan gaji $1 per tahun dan menolak stock options sejak 2001. Hidupnya juga tetap bersahaja dan jauh dari glamor.

Afterall, Apple’s PC share is still tiny, no more than 5% to 6%. They do the hardware and software together, which is sometimes useful and sometimes not. But still Apple does good stuff.

Sunday, April 22, 2007

How Big Can You Download?

Berapakah rata-rata throughput ADSL My Net? Tentu bukan 256 kbps karena angka ini adalah line speed atau data transfer rate yang diset di perangkat DSLAM dan biasanya mengalami sedikit degradasi setelah terhubung dengan modem DSL melalui proses negosiasi. Degradasi speed ini memang tergantung kepada kualitas media (jaringan akses dan kabel rumah) yang dilewati.

Throughput menunjukkan kecepatan sebenarnya (efektif) dari suatu kegiatan transfer data antar kedua terminal dengan mengukur waktu mulai data dibaca dari harddisk lawan hingga ditulis di harddisk kita. Cara mengukurnya adalah dengan memindahkan/download sebuah file dengan ukuran tertentu dan diukur waktunya. Ukuran file yang ditransfer dibagi durasi transfer file menunjukkan angka throughput.

Contoh mudahnya begini. Kecepatan jelajah sebuah pesawat jet penumpang adalah 800 km/jam (analog dengan line speed), sehingga antara bandara Adi Sutjipto dan Halim PK dapat ditempuh dalam waktu 1 jam. Untuk mencapai pusat kota Jakarta dari Jogjakarta (plus total tambahan jarak terhadap kedua airport sekitar 40 km) kita bisa keluar rumah jam 04.00 untuk naik pesawat jam 05.00, kemudian naik bus jurusan Rawa Mangun atau Gambir dan disambung dengan busway, taksi, bajaj, atau ojek untuk sampai di tujuan pada jam 08.00. Berarti throughput kita adalah 840 km/4 jam atau 210 km/jam.

Untuk mengukur throughput My Net ada website yang bisa dijadikan acuan. Adalah http://www.speakeasy.net yang sering dijadikan acuan untuk mengukur throughput koneksi internet. Throughput My Net untuk koneksi internet seharusnya bisa mencapai antara 75 sampai 100 kbps. Jika angkanya jauh di bawah itu bisa dipastikan ada gangguan di koneksi ke gateway Internet (jalur backbone domestik) atau di jalur internasional misalkan akibat gempa di Taiwan bulan lalu.

Gangguan koneksi yang dimaksud bisa berupa gangguan fisik seperti perangkat, kabel, port, atau karena trafik yang penuh karena ada serangan virus atau file-file sampah.

Sekarang, bagaimana cara memperoleh rata-rata throughput My Net? Hasil dari suatu pengetesan via suatu line ke situs tes tentu hanya menunjukkan hasil pada waktu dan line tertentu. Samplingnya terlalu kasar untuk dijadikan angka rata-rata, bahkan jika seluruh line teman-teman kita digunakan sebagai sample.

Pendekatan lain yang lebih mudah dilakukan dan valid adalah dengan mengambil angka usage para top scorer usage dalam sebulan. Mengapa yang dipilih adalah para top scorer? Karena bisa dipastikan merekalah user-user yang benar-benar menggeber line My Net-nya 24 jam per hari selama sebulan penuh sehingga bisa mencerminkan throughput yang sebenarnya dengan cara membagi jumlah usagenya dengan 720 jam. Untuk user-user yang menghasilkan usage kecil tentu saja tidak bisa dijadikan acuan karena mereka memang tidak benar-benar menggenjot line My Net-nya (hanya konek tapi dibiarkan idle).

Berdasarkan hasil survei terhadap beberapa beberapa pengguna My Net Unlimited Office, ada yang bisa mencapai usage di atas 70 GB dalam sebulan. Angka ini setara dengan 14 keping film DVD! Jika dibagi 720 jam maka akan diperoleh throughput rata-rata di atas 256kbps! Kebanyakan pencapaiannya memang tidak sebesar itu tergantung aktivitas masing-masing, tetapi dari pengakuan mereka cukup banyak mencapai angka sekitar 30 GB per bulan atau jika dihitung berarti masih memiliki throughput rata-rata di atas 100 kbps.

Ada sebuah iklan dari operator 3G GSM yang mengatakan: Akses internet hingga 2,6 Mbps lebih cepat dari ADSL. Mari kita analisis secara sederhana saja. Umumnya sebuah BTS terhubung ke MSC dengan koneksi E1 atau digital microwave yang memiliki kapasitas transfer data 2 Mbps. Hanya beberapa BTS saja yang memiliki koneksi high speed dengan fiber optik. Artinya orde speed Mbps itu bisa saja dicapai tapi syaratnya semua orang yang tercover di BTS itu harus mematikan handsetnya! Tentu berbeda jauh dengan yang terdapat di layanan ADSL di mana modem ADSL terhubung secara dedicated ke DSLAM dengan line speed yang relatif konstan, kemudian DSLAM terhubung ke BRAS melalui koneksi gigabit network. Dari sini kita sudah bisa menghitung mana yang lebih realistis. Atau mungkin sudah ada yang pernah mengetes koneksi ke situs internal mereka sendiri dan memperoleh throughput di atas 1 Mbps?

Jadi kalau ingin menguji kecepatan sesungguhnya dari layanan broadband, jangan melakukan pengetesan speed pada saat tertentu, di mana koneksi dapat mengalami kemungkinan naik turun, tapi catatlah jumlah usage yang bisa diperoleh dalam sebulan penuh. Dari situ lah kita akan melihat apakah suatu layanan broadband itu benar-benar broadband.