Pages

Monday, March 26, 2007

Beberapa Menit Bersama Singa Masae

Wah ini kembali lagi gw menulis tentang pengalaman hidup gw pagi tadi. Bangun pagi pukul 07.00 wib sedianya gw sengaja terlambat ke sekolah agar tidak perlu ikut upacara. Secara peraturan sekolah yang mengharuskan setiap siswa kelas tiga yang datang terlambat untuk tidak dipulangkan.

Sekitar pukul 08.30 wib gw sempat menuju tempat bokap dulu untuk meminta selembar chek untuk pembayaran Paramadisko karna gw daftar HI di Parmad. Lalu jam 08.00 wib gw sampai di sekolah yang sangat gw "cintai". Saat masuk di ruang piket tampang serem pak kobel (gw lupa namanya, yang gendut ngajar kelas dua) melotot ke gw, karna di antara terdakwa terlambat gw yang datang paling siang ko.

Seperti biasa gw pikir prosedur bagi yang telat sangat mudah skali. Yaitu antara lain absen, yang biasanya gw tulis bukan nama asli gw macem gw tulis Yuds dsb. Kalau enggak gw tulis kelas gw kelas xii ips 4 lah, kelas xi ips 2 lah. Lalu abis absen terus salaman cium tangan sama si Mr.Hadj a.k.a Pak Hadji dan masuk kekelas deh. Gampang kan prosedur nya.

Tapi kali ini tidak seperti itu prosedurnya, karna gw belom pernah terlambat hari senin, dan ternyata kalau telat hari senin harus hormat sama tiang bendera dengan waktu yang cukup lama. Akhirnya Gw,Manda,Batam,Nico,Riri,Singa Masae disuruh hormat ke tiang bendera.

Hal yang enggak mengenakan terjadi, gw di ceng - cengin dari koridor kelas XII IPS 3 oleh Retha,Cupez,Bintang,Aziz Krupuk. Mereka ngecengin gw karna gw barisnya deketan sama si Singa Masae. Bagi yang pernah baca postingan gw sebelum nya pasti udah pada tau siapa itu Singa Masae. Dia seseorang yang bisa di bilang public enemy angkatan gw. Gak banget deh, Masae yang satu ini.

Lalu ternyata hormat di tiang bendera ini selesainya engga bareng - bareng. Pertama - tama si Batam yang boleh masuk kekelas. 5 menit kemudian Riri masuk ke kelas, engga lama Nico pun masuk kelas. Praktis tinggal Gw,Manda,dan Singa Masae. Oh no it's not fair!! Temen - teme gw ngeceng - cengin gw tambah parah. Takut banget gw di tengah lapangan tinggal berdua sama Masae.

Akhirnya skitar 10 menit kemudian gw disuruh masuk ke kelas sama Pak Hadji. Alhamdulillah puji syukur pada Allah SWT. Karna gw engga di tinggalin ditengah lapangan bareng Masae. Akhirnya setelah 30 menit berdiri barulah Masae dan Manda masuk ke kelas. Asli langsung pas istirahat gw di samperin sama Retha.

Dengan cengengesan Retha bilang, "coba tadi di lapangan elo aja tuh sama Masae". Aink!! Ogah deh. Serem juga ya.

Wednesday, March 21, 2007

Fear Factor a la Adam Air

Sempat lagi kesempatan dan semangat untuk nulis, kebetulan di bidang aviasi lagi. Kalau bidang aviasi yang pantas di kritisi ya Adam Air (Bukanya sentimen) tapi kayaknya memang banyak celah nih yang pantas di koreksi mengenai Adam Air sesua tugas Pers sebagai alat kontrol sosial, itu yang gw pelajari di materi PKN semester 2.

Kebetulan ada pengalaman kawan saat terbang dengan Adam Air. Jadi begini ceritanya, Suatu waktu dalam rangka sepulang nya teman dari Bali menuju Jakarta, kawan gw memilih untuk terbang bersama Adam Air. Dan dengar - dengar Adam Air juga melayani rute ke Singapura. Kedengarannya cukup mengejut kan dengan harga tiket Rp.295.000 yang bisa dibilang mahal dikit di banding dengan “metromini” style none-budget carrier Lion Air.

Saat sebelum terbang teman saya berpikir apakah Airline ini cukup bagus atau tidak. Saat boarding teman saya bilang, di pesawat Boeing 737-400 terlihat di mesin jetnya banyak semacam lecet - lecet, di sayap terlihat kotoran - kotoran yang kurang baik dilihat, ya kurang bersih gitu. Pintu nya juga kelihatan tua dan sudah lama, jauh dari perkiraan teman saya yang berfikir Adam Air sebagai Airline baru.

Tapi, teman saya ini tetap ingin mencoba sampai sejauh mana dia berani terbang dengan pesawat tersebut. Terus dia mencatat nomer penerbangan nya kalau gak salah dia bilang PK-KKI. Pas sampai di Jakarta teman saya mengecek di database mengenai PK-KKI ini. Dan ternyata pesawat yang dia pakai ini telah beroprasi sekitar 18 tahun dan penerbangan pertama tanggal 10-12-1988. Bisa dibilang nih pesawat seumuran sama gw yah! sebelom dipakai sama Babang Adam Suherman di Airline nya, pesawat ini pernah dipakai oleh beberapa Airline antara lain nya Sahara India Airlines, Sierra National Airlines sama Air Belgium (first owner). Berikut ini data pesawat yang di pakai Adam Air, umur 18 tahun ya
rata - rata umur pesawat yang ia punya.

PK-KKF 737-200 12-2-1980 26
PK-KKN 737-200 21-3-1980 25
PK-KKQ 737-200 16-1-1981 25
PK-KKJ 737-200 3-2-1982 24
PK-KKL 737-200 12-4-1984 21
PK-KKE 737-300 31-8-1987 18
PK-KKP 737-200 31-5-1988 17
PK-KKH 737-400 11-7-1988 17
PK-KKU 737-300 4-8-1988 17
PK-KKI 737-400 10-12-1988 17
PK-KKD 737-400 22-12-1988 17
PK-KKR 737-300 9-1-1989 17
PK-KKS 737-400 28-1-1989 17
PK-KKT 737-400 5-9-1989 16
PK-KKG 737-400 7-1-1991 15
PK-KKC 737-400 9-1-1992 14
PK-KKA 737-500 10-6-1997 8

Dan kalau diliat juga dari data di atas, yang paling tua adalah PK-KKF. Lalu ada juga PK-KKN yang kalau dilihat nama KKN sama kayak Korupsi Kolusi Nepotisme yang memang sudah lama ada di Indonesia ya! suatu kebetulan belaka sih, tapi sekedar intermezo. Oia, sebenarnya cuma satu yang umurnya dibawah sepuluh tahun. Mungkin pesawat ini yang dipakai untuk terbang ke Singapura.

Banyak lho Pessenger yang mau make Adam Air karna mereka pikir Airline ini pake pesawat yang masih fresh, masih muda gitu. Padahal mereka cuma pakai satu pesawat yang masih baru, dan membuat iklan seakan - akan Airline ini pakai pesawat baru, padahal cuma pakai satu pesawat baru.

Tapi kalau dilihat dan dibandingkan sama Airline lain di Indonesia, Adam Air bisa
dibilang pesawat yg dioperasikan tergolong muda. Data dibawah ini nih adalah rata - rata umur pesawat yang di pake sama beberapa Airline di Indonesia.

Garuda Indonesia - Age 10 years
Lion Air - Age 17.2 years
Adam Air - Age 18.1 years

Awair - Age 18.8 years

Merpati - 21.8 years

Batavia - Age 23.4 years

Sriwijaya Air - Age 23.5 years

Mandala Airlines - Age 23.9 years
Bouraq Indonesia Airlines - Age 25.1 years

Kalau dilihat, agak "katro" (apa ini bahasanya) juga ya Adam air yang pesawatnya rata- rata umur 18.1 tahun urutan tiga di Indonesia, bisa dibilang termasuk yang muda kalo di sini. Dibanding mandala Airlines sama Bouraq yang sudah tua pesawatnya. Mungkin coba naik pesawatnya Bouraq sama Mandala cocok juga buat mengetes Fear Factor buat mencoba Flying Phobia.

Kalo inget sesepuh Airline (baca:airline tua)
Mandala’s Boeing 737-200 yang crash tanggal 05-09-2005 yaitu PK-RIM udah beroprasi sekitar 24 tahun. Lalu pesawat punya Lion Air McDonnell-Douglas MD-82 kecelakaan di Solo Airport tanggal 30-11-2004 sudah berumur 20 tahun lho. Kalo gak salah udah 56.674 Jam terbang sama 43.940 kali landing.

Seenggaknya kalau dibanding Airline lain macem Singapore Airline yang kebanyakan umur pesawatnya di bawah 10 tahun. Tapi kalo si Babang Adam Suherman pikir rata - rata pakai pesawat umur 17an udah sangat bagus. Yang penting ada satu yang umurnya dibawah 7 tahun bisa dipakai buat iklan. Ya ga Bang! maaf ya nih bukan nya mau mojokin Adam Air dan bukan juga buat nakut - nakutin yang lain, hanya untuk info pembaca setia blog gw ini (baca: Yudho)


Tuesday, March 13, 2007

Garuda Indonesia GA 200 PK-GZC Calamity

Rabu pagi Garuda Indonesia GA 200 PK-GZC terbakar dan meledak sesaat setelah melakukan fast-hard landing dan overrun hingga break up fire di Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Seenggaknya 23 orang meninggal atas kejadian itu, termasuk beberapa jurnalis Australia yang sedianya mau meliput pertemuan Alexander Downer dan Din Syamsudin di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu siang.

Agak kaget juga kalau ingat insiden ini menimpa Garuda. Andaikata insiden ini menimpa Adam Air atau Lion Air, barangkali sebagian dari kita cuma bilang “nggak lagi, deh.” Namun selama ini Garuda dikenal dengan reputasinya yang cukup bagus dan relatif aman. Ternyata memang Tuhan tidak pilih-pilih.

Terus banyak yang bilang bahwa maskapai ini harganya sebanding dengan pelayanannya. Jadi, biarpun banyak maskapai lain menawarkan harga murah, mereka cenderung kembali ke Garuda lagi. Garuda punya aviator-aviator jempolan, walaupun terkadang standar yang diterapkan tidak selalu sama — mirip-mirip dengan airlines di UK.

Dari data yang ada, Garuda Indonesia sudah kehilangan 595 penumpang plus satu ground fatality dalam 15 kecelakaan fatal dan 3 insiden non-fatal sejak tahun 1950. Dan sejak 2002, Garuda cuma mengalami satu kali kecelakaan fatal. Lima tahun tanpa kecelakaan adalah rekor yang sangat bagus untuk ukuran standar orang Indonesia.

Bukanya mau membela Garuda, gw cukup salut soalnya pada saat yang hampir bersamaan Garuda menyediakan 2 flight untuk membawa keluarga korban ke Jogja. Walaupun terjadi kecelakaan, Garuda tetap berusaha untuk “comforting“. PR (public relations) Garuda juga enggak buru-buru membawa kertas putih untuk membuktikan bahwa pesawatnya well-maintained. Emirsyah Satar dan Direktur Operasionalnya juga langsung terbang ke Jogja dan tidak mengelak dari kejaran wartawan. Denger - denger di CGK juga counter Garuda tidak diberi penjagaan khusus yang overacting untuk mengusir wartawan dan keluarga korban.

Dari tayangan televisi setempat, terlihat pramugarinya cukup tenang dan tidak terlalu panik sembari menolong penumpang yang terluka. Salah satu pramugari yang menjadi korban konon katanya meninggal karena mencoba menolong penumpang di barisan depan. Menurut gw, ini personal adalah tragedi, the worst record in the region buat Garuda. Kalau boleh berandai-andai, semisal airline yang terlibat bukan Garuda, besar kemungkinan korban yang jatuh akan lebih besar lagi.

Terus saat detik-detik Kejadian, seharusnya, prosedur pendaratan yang benar adalah stable approach, checklist semua sudah dipenuhi, touchdown pada kecepatan yang tepat dan menyentuh zona yang tepat, dan mendarat dengan selamat. Sayangnya, tidak demikian dengan Garuda GA 200 PK-GZC.

Menurut keterangan saksi dan media setempat, approach pesawat agak tinggi dan cepat. Saat final approach, terlihat miring seperti melakukan koreksi heading dan altitude. Kata Capt. Marwoto menyebutkan pesawat terdorong cepat dari arah belakang — padahal ATC JOG mengatakan wind calm. Penumpang juga bilang pesawat seperti bumpy landing dan kemudian touchdown baru landing roll dengan keras. Pesawat sendiri touchdown agak jauh dari touchdown zone (sekitar 600 m). So, pilot cuma punya +/- 1.500 meter area efektif untuk downspeed.

Pada saat touchdown, nosewheel hancur, hidraulics hilang, dan terjadi gesekan langsung antara velg dengan apron. Inilah mengapa ada saksi mata yang bilang muncul percikan api dari depan pesawat. Terminal dilewati dengan kecepatan tinggi, kemudian terjadi impact (benturan). Akhirnya PK-GZC resting place 200 meter di sebelah timur runway 27 di daerah persawahan deretan approach light, melompati pagar pembatas dan jalan menuju AAU. Barangkali inilah yang menyebabkan engine terpisah dan nose hancur, menyisakan tail (fin) dan stabilizer horizontal yang masih utuh.

Melihat fakta bahwa pesawat well-maintained, Capt. Marwoto juga dikenal landing-nya cukup smooth, plus cuaca di luar yang sangat baik, nampaknya memang ada sesuatu yang besar di luar faktor-faktor tersebut yang menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Kalo berbicara tentang Landasan Pacu (Runway) Adisutjipto, sebenarnya nggak ada yang salah dengan bandara ini, kecuali jarak landasan pacunya yang relatif pendek. Panjang landasan pacu bandara ini cuma sekitar 2.200 meter kali 45 meter (atau sekitar 7.200 feet x 150 feet). Karenanya, landing maupun take-off dari bandara ini cukup bikin deg-degan. Landasannya lebih pendek dari Solo atau Makassar. Pilot dituntut untuk tepat touchdown di runway 09 dan sudah taxy speed di C. Kejadian brake-melting di JOG barangkali sudah tak terhitung lagi. Dengan ketiadaan open space yang memadai di ujung landasan, maka andaikata pesawat tergelincir, risiko kecelakaan menjadi lebih besar.

Dengan kondisi landasan sekarang ini, Adisutjipto seharusnya cuma dapat didarati dengan baik oleh Boeing 737 seri 300 atau 500. Jarak ini kurang ideal untuk Boeing 737 seri 400, seri 800NG atau MD-82 yang membutuhkan landasan pacu 2.460 meter untuk bisa landing normal. Excuse bisa diberikan bila cuaca sangat baik (tidak contaminated), pesawat tidak membawa extra fuel, atau pesawat tidak fully loaded — meski faktanya, rata-rata pesawat selalu full penumpang dan full cargo. Apalagi, dibandingkan Solo atau Semarang, Adisutjipto per harinya dilewati sekitar 3.000 penumpang.

Kemudian, kalau diperhatikan secara lebih seksama waktu gw masih sering maen ke jogja, di ujung timur landasan (bisa masuk lewat Jalan Solo, kemudian belok ke selatan arah ke AAU, sekolahnya kakak gw Mas Ikhwan n Mas Sintong) atau di ujung barat (bisa lewat jalan masuk bandara ambil ke kanan atau via pintu masuk Museum Dirgantara ambil lajur ke timur), runway terlihat bopeng sehingga pesawat yang landing maupun take off terlihat bumpy. Kalau cuaca agak kurang bersahabat atau ada crosswind, goyang dangdut pesawat kentara sekali dengan mata awam sekalipun. Walaupun tahun lalu bandara barusan di-overlay untuk menutup rubber deposive dan memperhalus runway, tetap saja bopeng itu ada.

Walaupun menyandang gelar “bandara internasional,” faktanya tidak demikian. Kondisi landasan pacu yang pendek menyebabkan jarak paling jauh yang mungkin ditempuh baru sebatas ke negara-negara Asean. Jadi belum dimungkinkan ada penerbangan langsung dari Jepang, China, Taiwan, Korea, ataupun Australia. Hal ini juga yang menyebabkan konsep Jogja sebagai kota pariwisata menjadi agak tersendat.

Secara teknis pengembangan Bandara Adisutjipto, agak tidak mungkin pengembangan bandara dilakukan di Adisutjipto. Untuk melakukan perpanjangan runway jelas susah dilakukan. Perpanjangan ke barat (runway 09) terbentur pada lembah dan sungai yang agak dalam dan lebar dengan terrain yang tidak merata. Sementara untuk ditarik ke timur (runway 27) juga sangat tidak feasibel. Selain terdapat permukiman, perpanjangan ke timur akan “membentur” bukit Boko.

Karakter wilayah seputaran bandara ini juga unik. Sebelum mendarat, kita akan melewati perkotaan, dengan gedung-gedung dan permukiman yang berbeda ketinggiannya, melewati jalan raya, jalan layang (fly-over) Janti, perkebunan, lembah bersungai, baru touchdown di runway. Perbedaan ground convention dari terrain sepanjang approach path ini sering menyebabkan pesawat terguncang ketika approaching.

Selain itu, Adisutjipto sejatinya adalah bandara “pinjaman” dari TNI-AU. Pada tahun 2020 Adisutjipto harus dikembalikan lagi ke pemiliknya. Pemda DIY dan PT Angkasa Pura harus memikirkan rencana untuk relokasi bandara baru.

Sebenarnya pernah digagas wacana untuk memindahkan bandara ke wilayah lain. Setahu gw, ada beberapa nominasi seperti Gading (dekat Wonosari), daerah Congot (Kulon Progo), dan seputaran daerah Parang Tritis (Bantul). Repotnya, “makelar” mulai bermain di sini. Misalnya, sebelum ada proyek, tanah di daerah Gading hanya dihargai Rp 20 ribu per meter persegi. Saat ini, kalau nggak Rp 110 ribu nggak akan dilepas. Akibatnya biaya membengkak banyak.

Menurut Pak Bambang SP (Sekda DIY), sebenarnya juga sudah dianggarkan di APBN walau masih dalam proses. PT Angkasa Pura masih ragu-ragu karena melalui bantuan APBN harus ada penyertaan modal pemerintah (PMP) sementara break-even point atas modal yang disetorkan butuh waktu lama. Pemerintah Republik Ceska juga sudah pernah menawaran bantuan dengan lahan sekitar 500 ha. Calon lokasi yang menarik berdasar studi JICA (Jepang) adalah Bantul dan Kulon Progo. Selain dikembangkan untuk bandara, konon juga akan dikembangkan kawasan export processing zone atau zona industri untuk ekspor.

Kalau memang hal ini terealisasikan, artinya bandara bisa dikembangkan agar benar-benar berorientasi internasional. Selain itu daerah selatan juga akan ikut berkembang — daerah yang selama ini kurang menjadi konsentrasi pembangunan Pemda DIY. Mungkin akan seperti Padang yang memindahkan bandara Tabing ke Minangkabau (Padang Pariaman) yang ada di tepian pantai.

Saturday, March 10, 2007

Unfortunate !

Tidak beruntung, bisa juga dikatakan sial. Jadi begini ceritanya kemarin malam gw siaran di iCom Radio ditemani tamu siaran gw salah satu temen gw juga di deket rumah. Bisa dibilang temen lengket. Nah pada malam kemaren gw mengangkat tema "Romansa Cinta". Tapi berhubung temen gw ini saat gw kupas pengalaman cintanya ternyata banyak juga pengalaman tidak beruntungnya. Akhirnya malah jadi cerita - cerita kegagalanya dimasa lalu.

Pada suatu segment saat gw lagi berbincang - bincang sama doi, doi bilang bawasanya skarang banyak cowok - cowok yang bisa dibilang bukan tipikal baik - baik dalam arti kelakuan dan dalam arti fisik pula (itu menurut pandangan dia) mendapat cewek yang bisa dibilang mendekati sempurna (baca: cantik,tajir,manis,alim).

Sedangkan dilain pihak dia bilang, "ya cowok - cowok macem gw ini (lebay abiss .red) yang tipikal cowok baik malah ga bisa dapet cewek yang baik pula, bahkan ditinggalkan oleh mereka jauh - jauh". Mendengar kalimat tersebut gw jadi sedikit tersentak. Apa yang dia katakan sepertinya memang lebay, tapi ga bisa di bilang lebay juga. Karna memang kenyataan dilapangan kadang memperlihatkan seperti itu.

Kadang gw liat di mall, temen gw kadang adek kelas gw. Seorang cewek yang mungkin bisa dibilang papan atas dilingkungan pergaulannya. Yang gw pikir "pasti tipe cowok nya seperti ini, seperti itu" tapi ternyata, ohhh shit!! biasa aja gitu. Kadang gw juga mikir, gw selalu pesimis menggebet tipe cewek kayak mereka. Dilain pihak ternyata gebetannya mereka ya bisa dibilang ga menggoncangkan dunia persilatan.

Itu semua ga gw ambil pusing. Bisa disimpulkan itu hanya masalah ketidak beruntungan belaka. Dan gw rasa tipika cowok yang seperti temen gw sebutkan tadi masih memiliki chace yang besar buat menggaet cewek papan atas. Akhirnya siaran gw malam sabtu kemaren di tutup dengan sebuah lagu dari Parkdrive yang berjudul sekedar cerita, smoga aja paparan diatas tadi hanya sekedar cerita saja.

Thursday, March 1, 2007

When Everything Goes Wrong

Ya hari ini adalah hari dimana gw lumayan sedih. Tau ga kenapa!? itu karena tadi pulang sekolah salah satu temen gw sebut saja Darius (bukan nama sebenarnya) ada masalah dengan salah satu anak sma gw (BUKAN teman gw) sebut saja Darsono.

Darsono ini tipikal "trouble maker" jelas saja dia tidak memiliki teman. Kalau tidak salah Darsono ini temanya hanya Gipong dan si india Rakhes (bukan nama sebenarnya). Serta sang pacar sebut saja Anda (bukan nama sebenarnya juga). Darsono ini sebetulnya sudah dari dahulu di benci oleh hampir sebagian besar anak angkatan 2007 sekolah gw.

Tadi kebetulan salah satu anak geng kelas 3 sekolah gw sebut saja Gigi ada masalah dengan Darsono saat istirahat. Yang dikarenakan kesalah pahaman Darsono. Langsung saja Gigi menghajar habis - habisan si Darsono ini. Terlihat bonyok merah di pipi Darsono. Gak berapa lama mereka diringkus oleh guru. Saat pulang sekolah Darius teman si Gigi mengajak Darsono menyelesaikan masalah si Gigi secara laki - laki. Si Darsono tampak nya memilih pulang dahulu.

Beberapa jam kemudian di belakang sekolah si Darsono membawa anak buah orang menantang Darius bertarung. Sekilas tiada yang berbeda dari tubuh si biadap Darsono, namun kata seseorang teman yang mengerti yang gitu - gitu katanya Darsono memakai ajian - ajian aneh. Saat pertarungan Darius yang terkenal jawara di hajar dengan empat pukulan di wajah. Aneh nya bentuk bekas pukulan nya berbentuk lingkaran seperti kelereng yang kayak dikomik sinchan itu loh.

Darius merasa terpojok karna ia hanya memakai ajian mustika (Musti Kabur!) namun gak bisa kabur, karna di serang oleh si Darsono. Yauwes, temen - temen si Darius macem si Garis, Goris, Andrew, Pilus, Ginung (bukan nama sebenarnya) tampak tidak memperlihatkan perlawanan sama skali. Mereka sangat tercengang dengan kemampuan magis si Darsono.

Saat gw pulang bimbel pun gw sempat bertanya sama salah satu teman gw yang mengerti ilmu agama. Ia memberitahu cara melawan ilmu jahat tersebut, sebetul nya tidak terlalu sulit namun terkadang kita jarang membacanya.

Baca al-Fatihah 1x
Baca ayat kursi 3x
Baca surah al-ikhlas, al-falaq, an-naas

begitulah perlindungan secara umum yang di ajarkan oleh teman gw ini. Semoga saja setelah di amalkan, Si sang pembuat onar ini bisa di tumpas sampai hilang dari muka bumi ini.

XII IPS 2 Gempar Di Amuk Simba !

Halo teman - teman semua, hari ini kamis tanggal 1 Maret 2007 di sekolah banyak banget kejadian menggemparkan. Tapi ada satu kejadian sepecial yang mau gw ceritakan ke lo smua. Kejadian ini mengambil setting di kelas gw XII IPS 2. Ni kejadian sunguh amat sangat super duper serem abis, selain para pelaku nya yang emang kelas berat smua.

Jadi langsung aja nih ceritanya, saat tadi pelajaran matematika anak kelas gw sebut saja Simba (bukan nama sebenarnya). Dia ini telat masuk kelas matematika Ibu Sri Menkeu kabinet nya si SBY. Dan lo tau!? peraturan bu Sri kalo telat yaitu push up 10x di depan kelas. Si Simba ini disuruh bu Sri push up. "Simba!! Kamu push up 10x" Tapi si Simba serem ini ngotot dan ga mau di hukum.

Lo tau selanjut nya apa? Ya kontan aja temen - temen pada marah lah, karna biasanya kalo anak yang laen telat masuk kelas harus di hukum. Namun si Simba gila ini ga mau di hukum. Beberapa saat kemudian anak - anak di kelas pada gaduh karna ibu Sri tidak menegakan keadilan dengan membiarkan Simba lolos jeratan hukuman push up.

Lalu temen - temen sekelas ngata - ngatain Simba ini di depan kelas sambil menyuruh Simba mejalani hukuman. Salah satu dari kami mulai terlihat kesal, sebut saja dia Khalil. Khalil berteriak dengan lancang "Bu! kalau si Simba nggak di hukum, kami sekelas nggak mau belajar matematik lagi!!" karna si Khalil ini ketua kelas serempak anak kelas gw pada ngikutin si Khalil ini.

Yasuw lah, anak di kelas yang lagi ngerjain latihan di papan tulis pada berhenti belajar sambil tereak - tereak ga jelas. Yow! bu Sri merasa bersalah dan memaksa kembali si Simba untuk di hukum. Simba yang tertekan di serang satu kelas menangis layak nya Singa Masae saudara sepupunya Simba. Dia menangis dengan menyeramkan seraya berkata "Puazz loozz Khalilzz ngedzoliminzz gwzz!!" dengan logat khas si serem Simba (anak - anak yang kenal Simba pasti tau logat a la jijay nya dia).

Ga lama dari itu (ini gw ga bohong) angin bertiup lumayan kenceng. Temen gw sempat merekam kejadian ini. Mungkin ada hubungannya dengan amukan si mistis Simba. Beberapa jam setelah nya hujan lebat pun terjadi. Khalil pun takut kalau dia di sumpah menjadi batu, akhirnya dia minta maaf dengan si Simba. Maka badai yang akan menyerang kelas XII IPS 2 tidak jadi datang.