Pages

Friday, May 7, 2010

Syair Mustafa Chamran untuk istrinya Ghadeh

“Ya Allah! Aku memohon satu hal dariMu dengan penuh ketulusan;

Jadilah engkau pelindung bagi Ghadeh

dan janganlah Engkau membiarkannya sendiri.

Setelah kematianku, kuingin melihatnya terbang

Ya Allah! Kuingin sepeninggalku Ghadeh tidak berhenti melangkah diatas jalur kebenaran

Kuingin ia memikirkanku bak sekuntum bunga indah yang tumbuh di jalan kehidupan dan kesempurnaan

Kuingin Ghadeh memikirkanku seperti sepotong lilin-lemah-kecil yang menyala dalam keselapan hingga akhir hayatnya,

dan dia beroleh manfaatnya dari cahayanya untuk masa yang singkat

Kuingin dia memikirkanku sebagai angin surgawi yang berembus dari langit,

yang membisikkan di telinganya kata-kata cinta dan pergi menuju kata tanpa batas

Thursday, May 6, 2010

Munajat Imam Ali Zainal Abidin, Cucu Rasulullah SAW

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

(1) Ilahi
Apakah orang yang t’lah mencicipi manisnya cinta-Mu
akan menginginkan pengganti selain-Mu
Apakah orang yang t’lah bersanding di samping-Mu
akan mencari penukar selain-Mu

(2) Ilahi
Jadikan kami di antara orang yang Kaupilih
untuk pendamping dan kekasih-Mu
yang Kauikhlaskan untuk memperoleh cinta dan kasih-Mu
yang Kaurindukan untuk datang menemui-Mu
yang Kauridhakan (hatinya) untuk menerima qadha-Mu
yang Kauanugerahkan (kebahagiaan) melihat wajah-Mu
yang Kaulimpahkan keridhaan-Mu
yang Kaulindungi dari pengusiran dan kebencian-Mu
yang Kaupersiapkan baginya kedudukan siddiq di samping-Mu
yang Kauistimewakan dengan makrifat-Mu
yang Kauarahkan untuk mengabdi-Mu
yang Kautenggelamkan hatinya dalam iradah-Mu
yang Kaupilih untuk menyaksikan-Mu
yang Kaukosongkan dirinya untuk-Mu
yang Kaubersihkan hatinya untuk (diisi) cinta-Mu
yang Kaubangkitkan hasratnya akan karunia-Mu
yang Kauilhamkan padanya mengingat-Mu
yang Kaudorong padanya mensyukuri-Mu
yang Kausibukkan dengan ketaatan-Mu
yang Kaujadikan dari makhluk-Mu yang saleh
yang Kaupilih untuk bermunajat pada-Mu
yang Kauputuskan daripadanya segala sesuatu
yang memutuskan hubungan dengan-Mu

(3) Ya Allah
Jadikan kami di antara orang-orang yang
kedambaannya adalah mencintai dan merindukan-Mu
nasibnya hanya merintih dan menangis
dahi-dahi mereka sujud karena kebesaran-Mu
mata-mata mereka terjaga dalam mengabdi-Mu
air mata mereka mengalir karena takut pada-Mu
hati-hati mereka terikat pada cinta-Mu
Kalbu-kalbu mereka terpesona dengan kehebatan-Mu
Wahai Yang cahaya kesucian-Nya bersinar dalam pandangan para pen¬cinta-Nya
Wahai Yang kesucian wajah-Nya membahagiakan hati pada pengenal-Nya
Wahai Kejaran Kalbu para perindu
Wahai Tujuan Cita para pecinta

Aku memohon cinta-Mu dan cinta orang yang mencintai-Mu
dan cinta amal yang membawaku ke samping-Mu
Jadikan Engkau lebih aku cintai daripada selain-Mu
Jadikan cintaku pada-Mu membimbingku pada ridha-Mu
kerinduanku pada-Mu mencegahku dari maksiat atas-Mu
Anugerahkan padaku memandang-Mu
Tataplah diriku dengan tatapan kasih dan sayang
Jangan palingkan wajah-Mu dariku
Jadikan aku dari penerima anugerah dan karunia-Mu
Wahai Pemberi Ijabah, ya Arhamar-Rahimin

Munajat ini adalah munajat Para Pecinta Allah, munajat Imam Ali Zainal Abidin (sa), cucu Rasulullah saw. (As-Shahifah As-Sajjadiyah, Munajat ke 9: 296)

Sumber dari Khadija Soezmann dari Syamsuri Rifai.

Saturday, September 12, 2009

Pedoman Membeli Kamera D-SLR

Pedoman ini ditujukan bagi mereka yang sedang bingung membeli kamera Digital Single Lens Reflect, atau D-SLR. Apabila anda mengharapkan tulisan ini berupa perbandingan fitur-fitur, fasilitas, mega-pixel dan semua spesifikasi kamera, anda akan kecewa. Tulisan ini tidak akan membahas fasilitas kamera. Tulisan ini tidak akan membahas mega-pixel dan tidak akan membandingkan kamera X dengan kamera Y. Sudah banyak tulisan tentang hal itu di internet dan saya tidak berniat untuk menambah satu lagi.

Tulisan ini berupa pedoman, dan cara mengelompokan kamera yang sesuai dengan kebutuhkan anda. Tulisan ini akan mencoba membantu anda mengambil keputusan yang terbaik dalam memilih dan membeli kamera DSLR. Jadi, jangan berharap di tulisan ini saya menyarankan anda sebaiknya membeli kamera X atau Y. Bila itu yang anda harapkan, maaf, tulisan ini bukan untuk anda hehehehe.


Pendeknya

Apabila anda ingin jawaban yang singkat, langkah membeli kamera D-SLR sebenarnya amat mudah. Anda tinggal tentukan jumlah uang yang akan anda belanjakan, sehingga pilihan model kamera yang anda tinggal sedikit. Lalu tentukan merk apa yang anda nyaman. Pemilihan ini juga dipikirkan teman-teman anda memakai merk apa. Kalau anda berencana bisa pinjam-meminjam alat dan aksesoris ketika hunting bersama, pilih merk yang sama. Kalau anda ingin berbeda, ya tinggal pilih merk kamera yang berbeda dari teman anda. Selanjutnya, tinggal anda membeli kamera tersebut. Langkah ini yang paling sulit biasanya hehehehehe.....

Baik, itu versi pendeknya. Kalau mau versi panjangnya, kita mulai dengan membahas.....


Kelas Pengguna Kamera
Semua merk kamera D-SLR membagi konsumen mereka di kelas-kelas pengguna kamera. Pembagian kelas ini juga menentukan, harga yang mereka pasang untuk produk mereka di masing-masing kelas. Para produsen kamera biasanya membagi konsumen mereka menjadi beberapa kelompok:
- Entry level
- Hobby
- Semi Professional
- Professional

Profesional adalah wartawan foto yang setiap hari dipanggil tugas untuk meliput dalam kondisi apapun, panas, hujan, badai pasir, di lapangan olah raga, atau bahkan di medan perang. Profesional adalah fotografer komersil yang melakukan pemotretan hampir setiap hari. Profesional adalah mereka yang akan memakai kamera mereka hingga limitnya.

Kamera untuk pengguna ini didesain dengan ketahanan yang kuat dan tingkat kehandalan yang tinggi. Biasanya body-nya terbuat dari campuran metal, dengan tingkat kerapatan karet pelindung yang tinggi, sehingga dikatakan weather-proof. Bisa dipakai dibawah hujan, walaupun tidak dikatakan water-proof. Fasilitas dan fitur-fiturnya dibuat amat beragam dengan akses terhadap fitur tersebut dibuat lebih mudah (diberi banyak sekali tombol akses untuk fasilitas). Fiturnya pun banyak yang bisa diatur sendiri, sehingga fotografer bisa memiliki banyak sekali pilihan untuk bekerja.

Semi-profesional adalah orang-orang yang memakai kamera mereka untuk mencari uang, akan tetapi tidak membutuhkan ketahanan kamera seperti mereka yang profesional. Fasilitas, kehandalan, dan ketahanan kamera mereka tidaklah perlu sekuat kamera profesional. Semi-profesional adalah fotografer pernikahan yang lebih banyak memakai kamera mereka pada akhir pekan.

Hobby adalah orang-orang yang memakai kamera mereka untuk hobby mereka. Kamera dipakai untuk bersenang-senang dan melepas penat pekerjaan utama mereka. Kamera dipakai sekali-sekali atau mungkin tiap akhir pekan bersama teman-teman mereka.

Sedangkan Entry Level adalah orang-orang yang baru saja 'kenal' dengan kamera. Entry level, seperti namanya, adalah tingkatan pemakai kamera yang baru 'masuk' ke dunia kamera. Hal ini dikarenakan harga kamera di kelas ini adalah harga yang paling murah dibanding kelas-kelas yang lain.

Kamera untuk pengguna Entry Level biasanya diberikan yang dasar saja (dan beberapa fitur "penarik" untuk tujuan marketing). Body kameranya dibuat dari plastik, dengan ketahanan dan kehandalan yang dibuat cukup untuk pengguna level ini. Fasilitas dan fitur-fiturnya kebanyakan "disembunyikan" di dalam menu, sehingga untuk mengaksesnya harus melalui menu terlebih dahulu. Kamera di kelas ini tetap memiliki karet seal, akan tetapi tidak serapat kelas-kelas di atasnya. Sehingga kamera ini tidak bisa disebut weather-proof, walaupun ada beberapa temen yang tetap berani pakai kamera ini walaupun sedang hujan.

Di antara kedua ujung spektrum pengguna Entry Level dan Professional, ada pengguna Hobby dan Semi-Profesional. Fasilitas, ketahanan body, serta desain dasarnya jelas berada diantara kamera kelas Profesional dan kamera kelas Entry Level. Pada rentang antara ini, model kamera yang ditawarkan amat beragam dengan fasilitas dan fitur yang juga amat beragam. Batasan antara kamera Hobby dan kamera Semi-Profesional amatlah kabur dan mengundang perdebatan.

Harap diingat bahwa produsen kamera tidak pernah secara eksplisit menyatakan bahwa mereka mengelompokan konsumen mereka dalam kelompok-kelompok itu saja dengan 4 jenis kamera yang berbeda-beda dalam suatu waktu. Mereka bisa saja memiliki lebih dari 4 (empat) produk dengan tingkat fasilitas dan fitur yang berbeda-beda. Semakin banyak pilihan, tentunya semakin banyak kemungkinan seorang pembeli bisa memilih yang lebih sesuai dengan kebutuhan (dan kantong) mereka.

Kebanyakan dari anda, yang membaca tulisan ini, jatuh di katagori Entry Level atau Hobby. Mungkin, dengan kekuatan uang anda, anda bisa mengatakan kalau anda bisa memakai kamera Semi-Profesional atau bahkan kamera Profesional. Bisa saja, dan tentu saja sah-sah saja kalau anda berencana membeli kamera yang terbaik dengan uang anda. Tulisan ini hanya memberikan pedoman dasar, pasar kamera D-SLR seperti apa. Selanjutnya, keputusannya tetap terserah anda.


Merk

Sekarang ini, di pasaran D-SLR, hanya ada 2 (dua) merk yang menguasai pasar kamera D-SLR 35mm. Keduanya adalah Nikon dan Canon. Mereka berdua menguasai hampir 85% pangsa pasar kamera D-SLR. Menurut data 2007, yang saya ambil dari laporan Canon berhasil menjual 3.18 juta unit kamera D-SLR, sedangkan Nikon berhasil menjual 2.98 juta unit kamera. Angka-angka tersebut merupakan 42.7% untuk Canon dan 40% untuk Nikon dari total unit penjualan kamera D-SLR di tahun 2007. Di tahun 2006, Canon mendapat 46.7% sedangkan Nikon mendapat 33%.



Patut dicatat , angka-angka itu tidak mencerminkan total pemasukan (revenue) untuk perusahaan (dalam Dollar ataupun Yen bahkan Rupiah), dan juga tidak mencerminkan total unit penjualan semua kamera (compact dan D-SLR).

Tentu saja, selain Nikon dan Canon, juga terdapat merk-merk lain yang juga memiliki kamera D-SLR yang cukup bagus. Mereka adalah Olympus, Sony, Pentax, dan Sigma. Dalam hal Sony, mereka mulai masuk pasar D-SLR setelah mereka membeli teknologi D-SLR yang dimiliki oleh Konica-Minolta yang bangkrut, tidak kuat bersaing di pasar D-SLR. Jadi, kamera sony dapat memakai lensa-lensa auto-focus milik Minolta. Sony juga memasok sensor untuk beberapa model kamera D-SLR Nikon


Agama
Loh? Kok agama dibawa-bawa di sini?

Begitu anda memilih salah satu merk kamera, berarti anda sudah memilih sebuah paket sistem kamera. Berarti anda sudah memilih lensanya, memilih aksesorisnya, lengkap beserta komunitasnya. Fanatisme pengguna kamera di dunia terkadang bisa disamakan dengan fanatisme pemeluk agama.

Salah satu teman dosen fotografi saya pernah bercanda sama mahasiswa barunya, "Eh, agama kamu apaan?"
Lalu, mahasiswa baru ini sambil kebingungan menjawab ragu-ragu, "Eee... saya Hindu pak."
Teman saya ini menjawab, "Wah, salah. Di sini, cuma ada agama Nikon, Canon, Olympus dan Sony. Agama kamu apaan?"

Saya sendiri pemakai Canon. Saya tidak pernah mengatakan (dengan serius) bahwa Nikon memiliki produk yang jelek. Saya memakai Canon karena saya memang sudah sejak awal (pada jaman kamera film) sudah memakai kamera Canon. Jadi, saya memang sudah terbiasa dan nyaman dengan Canon. Memang saya sudah bercanda dengan teman-teman, dan menjelekkan merk teman saya yang berbeda dengan Canon. Tapi itu hanya sebatas bercanda. Saya percaya penuh, Nikon memiliki produk yang bagus juga. Hanya saja, saya lebih menyukai Canon. Itu sama saja seperti saya mengatakan saya lebih menyukai sate ayam ketimbang soto.

Ketika memilih merk kamera, saya lebih menyarankan untuk menyamai merk kamera yang sudah dipakai oleh teman-teman dekat anda. Dengan memilih merk kamera yang sudah dipakai teman-teman dekat anda, koleksi alat anda (lensa dan flash) menjadi lebih beragam ketika anda bersama teman-teman anda hunting foto bersama. Anda bisa tukar-tukaran lensa.

Kecuali kalau anda berprinsip "Asal Beda". Kalau prinsip anda, harus beda dengan teman anda, ya berarti pilihan anda sudah jelas bukan?



Teknologi
Dengan tingkat persaingan merk kamera yang seketat ini, bisa dikatakan, kamera terbaru yang dipasarkan oleh sebuah produsen kamera dapat dipastikan memiliki teknologi yang paling baru yang dimiliki oleh produsen tersebut. Kamera baru, artinya, teknologi baru. Setiap produsen pasti berlomba-lomba untuk memberikan kamera yang memiliki teknologi tertinggi yang dapat diberikan produsen tersebut pada kelas kamera yang bersangkutan.

Walaupun kebanyakan dari konsumen kamera adalah merupakan konsumen yang loyal terhadap sebuah merk kamera, kalau merk tersebut sudah terlalu lama tidak mengeluarkan model terbaru (dengan kata lain, tidak melakukan pengembangan teknologi), konsumen mereka ini bisa-bisa "ganti agama", pindah merk. Kalau terlalu banyak yang pindah agama seperti itu, tidak peduli seberapa besar merk tersebut, merk tersebut bisa-bisa colaps atau bahkan, bangkrut (Contohnya Minolta, Konica, Kyocera).

Kita sebagai konsumen tinggal tenang-tenang saja. Dengan persaingan yang amat ketat itu, dapat dipastikan produsen kamera akan mengeluarkan produk kamera yang berteknologi tinggi dengan harga semurah mungkin yang mereka bisa berikan. Nasib dan kelangsungan hidup dari perusahaan-perusahaan kamera itu amat bergantung pada kamera yang mereka produksi dan pasarkan. Jadi, pastilah mereka memastikan bahwa kamera-kamera yang mereka pasarkan akan memiliki teknologi terbaru yang dapat memenuhi kebutuhan anda.

Dengan persaingan yang amat ketat itu, juga dapat dipastikan bahwa semua kamera yang anda beli pasti tidak akan mengecewakan. Semua model, semua tipe, semua merk kamera D-SLR yang ada di pasaran sekarang, pasti bisa membantu anda membuat foto yang bagus. Sekarang, pertanyaannya tinggal, bagaimana anda memakai alat itu, kamera itu, untuk membuat sebuah foto yang bagus. Tidak ada orang yang pernah bertanya pada pelukis, "Lukisan itu dibuat pakai kuas dan cat merk apa?"

Jadi, carilah kamera yang paling baru yang paling mungkin untuk kelas penggunaan anda dan kantong anda.



Feel
Anda mungkin dapat melakukan banyak riset terhadap fitur-fitur kamera yang ada di pasaran sekarang ini. Anda mungkin membaca majalah, artikel internet, forum-forum diskusi, atau mailing-list. Bisa dikatakan, semua data tertulis bisa anda dapatkan dengan mudah.

Setelah anda melakukan itu semua, saya amat sarankan agar anda tetap mencoba memegang kamera yang anda incar. Bahkan, apabila memungkinkan, anda pinjam dulu model kamera tersebut dari teman atau tempat sewa kamera. Anda pegang kameranya di toko kamera. Rasakan bagaimana handling dari kamera tersebut. Coba rasakan apakah anda nyaman dengan navigasi menu-nya. Coba potret dengan kamera tersebut, termasuk mencoba semua tombol yang ada di kamera tersebut. Tanyakan pada customer service toko kamera tersebut. Tanyakan pada teman anda.

Pada intinya, coba test-drive model kamera yang anda incar. Ada banyak sekali fitur-fitur dan fasilitas yang tidak disebutkan dalam spesifikasi yang dipublikasikan oleh produsen kamera. Berat kamera perlu anda rasakan sendiri. Apakah ukuran dari kamera tersebut pas dengan genggaman tangan anda? Tidak cukup menentukan sebuah kamera, hanya dengan membaca hasil review dan spesifikasi yang ada di majalah atau internet. Anda perlu merasakannya sendiri.

Ada teman saya yang langsung jatuh cinta pada sebuah model kamera, begitu dia mencoba kamera tersebut. Bahkan dia berusaha setengah mati mencari model kamera tersebut, ketika dia mengetahui bahwa model tersebut akan tidak diproduksi lagi karena sudah ada model yang lebih baru.



Model Kamera
Setelah mengetahui tentang kelas-kelas kamera, bagaimana mengenali dengan mudah kamera tersebut berada di kelas tersebut. Langkah pertama, tentu saja dengan melihat harganya. Lalu, selain harganya, kelas-kelas kamera bisa dilihat dari penamaan model-model kamera. Setiap produsen kamera memiliki cara penamaan tersendiri untuk membedakan kamera-kamera mereka pada di kelas yang mana.

Khusus untuk merk Nikon, kamera-kamera D-SLR mereka selalu diawali dengan huruf "D" lalu beberapa angka tergantung kelasnya. Kamera-kamera Nikon untuk:
- kelas Professional, satu digit saja, seperti D1, D1x, D1h, D2x, D2h, dan D3.
- kelas Semi-Professional, 3 digit angka, seperti D100, D200, D300 dan D700.
- kelas Hobby, 2 digit angka diatas angka 70, seperti D70, D70s, D80 dan D90.
- kelas Entry Level, 2 digit angka dibawab angka 70, seperti D40, D40x, D50 dan D60.

Untuk kamera merk Canon, jenjang perbedaan kelas-kelas kamera mereka lebih lebar. Pada awalnya, mereka juga memakai huruf "D" di awal nama model kamera mereka, diikuti dengan beberapa digit angka. Akan tetapi, kemudian mereka merubahnya dengan meletakkan huruf "D" setelah beberapa digit angka. Hal ini hanya agak berbeda dengan saingan utamanya, Nikon (Nikon juga melakukannya untuk membedakan dengan Canon). Jadi, untuk kamera-kamera Canon, pengelompokkan kelas-kelas kamera mereka sebagai berikut (dari tingkat Professional hingga Entry Level):
- 1Ds, 1Ds Mk II, 1Ds Mk III
- 1D, 1D Mk II, 1D Mk II N, 1D Mk III
- 5D, 5D Mk II
- D30, D60, 10D, 20D, 30D, 40D, 50D
- 300D, 350D, 400D, 450D
- 1000D
Canon baru saja meluncurkan 1000D, yang 'diletakkan' di bawah 450D. Sebelum ada 1000D, seri-seri 400D dan 450D adalah seri Entry Level Canon.

Sedangkan untuk Olympus, mereka menggunakan huruf E untuk kamera-kamera mereka (dari tingkat Professional hingga Entry Level):
- E-1, E-3
- E-500, E-510, E-520
- E-300, E-330
- E-400, E-410, E-420



Harga
Jelas, kalau kita sudah berpikir bahwa produsen memilah-milah konsumennya dari tingkat penggunaan kamera mereka, kita dapat memilah-milah kamera mana yang berada di kelas 'atas' atau di 'bawah'. Dengan berpatokan pada harga kamera, kita bisa melihat pada suatu titik tertentu, kamera mana yang ditujukan sebagai kamera Entry Level, dan kamera mana yang ditujukan sebagai kamera Professional.

Entry level akan memiliki harga yang paling murah dari semua model kamera yang dipasarkan oleh sebuah produsen kamera. Bahkan biasanya, kamera pada tingkatan Entry Level lebih banyak ditawarkan dalam bentuk paket body dan lensa. Kamera Profesional akan memiliki level harga yang paling tinggi. Saking tingginya, 1 (satu) unit kamera kelas Profesional, body only, bisa membeli hingga lebih dari 10 (sepuluh) buah kamera Entry Level, lengkap dengan lensa kit-nya.

Pada umumnya, kamera seri Entry Level akan dijual dikisaran harga US$ 500 hingga US$ 600 lengkap dengan lensa kit-nya. Harga ini adalah harga minimal yang perlu dibayarkan untuk "masuk" ke dunia D-SLR. Harga ini naik terus seiring dengan naiknya kelas pengguna kamera, hingga pada ujung rentang harga, terdapat kamera Professional merk Canon yang dijual dengan harga US$ 7.000, body only.

Harga-harga tersebut adalah harga kamera tipe terbaru. Apabila anda ingin harga yang lebih murah, anda bisa mencari kamera dengan tipe yang 1 (satu) model lebih awal pada kelas tersebut (tentu saja apabila stok kamera tersebut belum habis). Selain itu, untuk mencari kamera yang lebih murah, anda juga bisa mencari kamera bekas (second hand) yang banyak dijual di internet atau di toko kamera. Tentu saja, anda perlu berhati-hati ketika anda berencana membeli kamera bekas.

Ketika anda ingin membeli kamera bekas, sebaiknya anda:
- membeli pada orang yang anda benar-benar kenal (teman anda),
- bertanya pada teman yang lebih berpengalaman,
- membeli dari toko kamera yang terpercaya, atau
- membawa teman anda yang lebih pengalaman sehingga dia bisa membantu anda memeriksa kondisi kamera yang akan dijual.



Black Market
Ketika mencari-cari informasi tentang harga kamera D-SLR, anda harap berhati-hati ketika anda mencari harga yang paling murah. Beberapa toko kamera menjual kamera mereka dengan harga yang amat murah, akan tetapi tidak disertai dengan garansi resmi dari distributor Indonesia.

Membeli kamera hampir sama dengan dengan membeli handphone. Ada harga garansi resmi, dan ada juga harga "garansi toko" atau lebih dikenal dengan nama "Barang Black Market". Terkadang, toko kamera menyamarkan jenis barang ini dengan tetap menawarkan garansi, akan tetapi garansi Internasional.

Apabila anda memang ingin membeli kamera dengan garansi resmi, pastikan kamera yang anda beli memiliki garansi yang berasal dari:
- Nikon, garansi Nikon Indonesia, atau PT. Alta Nikindo
- Canon, garansi Canon Indonesia, atau PT. Datascript
- Olympus, garansi Olympus Customer Care Indonesia (OCCI)
- Sony, garansi Sony Indonesia, atau PT. Sony Indonesia

Kenapa garansi resmi penting? Karena kamera digital adalah alat elektronik yang membutuhkan ketelitian untuk memproduksinya. Dengan membeli alat elektronik yang memiliki garansi resmi, anda terbebas dari pikiran was-was ketika anda memakai alat anda. Anda juga akan mendapat banyak kemudahan dan beberapa servis cuma-cuma (atau potongan harga) apabila anda membeli kamera dengan garansi resmi. Harga jual kamera anda juga dapat lebih tinggi ketimbang kamera yang dibeli tanpa garansi resmi.

Tentu saja, anda tidak diharuskan membeli kamera dengan garansi resmi. Pilihan tetap pada anda. Akan tetapi, resiko juga tanggung sendiri. Terkadang, distributor resmi akan mempersulit (atau memahalkan) proses servis kamera anda apabila terjadi sesuatu pada kamera anda.

Saran saya, belilah kamera digital anda dengan garansi resmi. Percayalah, beda harga tersebut tidak signifikan dalam jangka waktu anda memiliki kamera tersebut.



Feel
Anda mungkin dapat melakukan banyak riset terhadap fitur-fitur kamera yang ada di pasaran sekarang ini. Anda mungkin membaca majalah, artikel internet, forum-forum diskusi, atau mailing-list. Bisa dikatakan, semua data tertulis bisa anda dapatkan dengan mudah.

Setelah anda melakukan itu semua, saya amat sarankan agar anda tetap mencoba memegang kamera yang anda incar. Bahkan, apabila memungkinkan, anda pinjam dulu model kamera tersebut dari teman atau tempat sewa kamera. Anda pegang kameranya di toko kamera. Rasakan bagaimana handling dari kamera tersebut. Coba rasakan apakah anda nyaman dengan navigasi menu-nya. Coba potret dengan kamera tersebut, termasuk mencoba semua tombol yang ada di kamera tersebut. Tanyakan pada customer service toko kamera tersebut. Tanyakan pada teman anda.

Pada intinya, coba test-drive model kamera yang anda incar. Ada banyak sekali fitur-fitur dan fasilitas yang tidak disebutkan dalam spesifikasi yang dipublikasikan oleh produsen kamera. Berat kamera perlu anda rasakan sendiri. Apakah ukuran dari kamera tersebut pas dengan genggaman tangan anda?

Ada teman saya yang langsung jatuh cinta pada sebuah model kamera, begitu dia mencoba kamera tersebut. Bahkan dia berusaha setengah mati mencari model kamera tersebut, ketika dia mengetahui bahwa model tersebut akan tidak diproduksi lagi karena sudah ada model yang lebih baru.



Buat Keputusan
Ini langkah yang paling sulit. Setelah anda banyak membaca, melakukan riset, menentukan budget anda, menentukan pilihan model kamera yang anda inginkan, mencoba dan merasakan bagaimana kamera itu di tangan anda, dan akhirnya, mulai berani menentukan model kamera apa yang anda inginkan.

Setelah itu, hanya satu yang anda perlu lakukan. TERJUN !!

Tutup mata anda, buang semua keraguan, lakukan pembelian kamera sesuai dengan keputusan anda. Kalau anda terus menunggu dan terus membaca dan terus bertanya, anda tidak akan punya kamera. Anda tidak akan motret.

Pilihannya ada di anda. Anda sudah membaca sampai sejauh ini. Semua sudah dibahas. Tinggal anda yang memutuskan, apakah anda benar-benar ingin motret dan menghasilkan foto-foto yang selama ini anda lihat..... atau anda akan terus menunggu.

Diambil dari www.indoflyer.net semoga bermanfaat buat yang mau beli dan upgrade kamera.

Monday, May 11, 2009

Isra Mi'raj Menurut Tinjauan Sains dan Teknologi

Isra` Mi`raj dan Saintek (Saintek=Sains+Teknologi) merupakan dua hal yang mempunyai hubungan satu kesatuan yang berdiri masing-masing dalam klasifikasi pengetahuan manusia. Isra` Mi`raj jelas merupakan satu bahasan dalam metafisika, dan secara prinsipiil ruang bahasan metafisika berbeda dengan ruang bahasan saintek. Saintek membahas hukum-hukum alam material yang empiris, sains menjawab pertanyaan what dan why dan teknologi menjawab pertanyaan for what. Sedang metafisika membahas hukum-hukum umum alam, terutama alam immaterial yang jelas non-empiris.

Mungkin sebagian orang beranggapan, " Sulit bagi saya untuk memahami Isra` Mi`raj di abad sains dan teknologi ini. Sains modern telah menemukan bahwa kecepatan maksimum materi adalah kecepatan cahaya di ruang hampa. Seperti yang telah kita ketahui cahaya perlu merambat selama 50.000 tahun hanya untuk melintasi radius galaksi Bima Sakti (The Milky Way), padahal galaksi yang ada di alam ini yang terobservasi sampai saat ini diperkirakan ada ratusan juta. Bagaimana mungkin, seseorang manusia melintasi itu semua dalam waktu semalam?

Sesungguhnya pemikiran-pemikiran tersebut tentang isra miraj adalah contoh kesalahan berfikir dimana terlalu berfikir materialis yang acap kali menimpa kita. Kebetulan memang saya tidak mempunyai ilmu agama yang memadai untuk disampaikan, marilah kita bahas beberapa kesalahan berfikir yang terdapat dalam argumen tersebut.

Pertama, di balik argumen tersebut terdapat suatu anggapan bahwa Isra` Mi`raj adalah suatu perjalanan yang bersifat murni material. Nabi dianggap berjalan dari satu titik ruang tertentu (Masjid Al-’Aqsha) di alam ini kesatu titik ruang tertentu di balik ujung langit (Sidratul-Muntaha) , dan menemui Tuhan di sana. Apakah mungkin bagi Tuhan terikat pada "ke-dimana-an"? Padahal Ia-lah Yang Maha Mutlak. Tidak Terbatas. Karena jika ada sesuatu yang membatasinya berarti ada sesuatu yang lebih kuasa dari-Nya. Seperti pemahaman diatas, Tuhan terbatasi dengan kata dimana yaitu berarti ia menempati sesuatu, secara logika sederhana pasti lah tempat nya Tuhan disana itu lebih besar daripada Tuhan itu sendiri Padahal Ia-lah Yang Maha Besar.

Kedua, sekiranya sekali lagi sekiranya anggapan di atas benar pun, apakah benar bahwa perjalanan ini tidak mungkin secara logis? Mungkin perlu bagi kita untuk meninjau kembali berbagai jenis kemungkinan.

Pertama, adalah kemungkinan empiris, contohnya adalah naik gunung Himalaya mungkin secara empiris. Kedua, adalah kemungkinan saintifik, contohnya adalah mungkin membuat kereta api yang melayang di atas relnya dengan energi superkonduktor. Walaupun kereta ini belum ada secara empiris namun secara saintifik ini mungkin. Kemungkinan saintifik dan kemungkinan empiris ini relatif, berubah terhadap ruang dan waktu dan tidak bisa dipegang sebagai satu kebenaran mutlak.

Jenis kemungkinan ketiga adalah, kemungkinan logis. Sesuatu disebut mungkin secara logis, jika ia tidak melanggar prinsip non-kontradiksi. Apa contoh sesuatu yang tidak mungkin secara logis? Misal; segitiga bersisi empat ini tidak logis karena bertentangan dengan prinsip-prinsip niscaya lagi rasional dimana konsep segitiga digabungkan dengan konsep sisi empat dimana segitiga adalah sisinya pastilah tiga. Kemungkinan logis ini tidak relatif, tapi mutlak. Tidak tergantung ruang dan waktu. Tidak tergantung kasus apapun. Ia berlaku universal. Kemungkinan logis inilah yang dapat dipakai sebagai satu ukuran logis atau tidak logis nya sesuatu secara umum. Ditinjau dari kemungkinan logis ini, misalnya, sekali lagi misalnya kita anggap asumsi model perjalanan Isra` Mi`raj yang material itu pun kita terima, tidak ada kontradiksi logis apapun di sana. Kejadian tersebut tidak melanggar prinsip non-kontradiksi. Mari kita tinggalkan kerangka empirisme dan saintifik yang relatif dalam memahami hal-hal yang bersifat absolut. Kembali ke struktur berfikir yang jernih. Dan logis.

Apa satu hikmah Isra` Mi`raj bagi saya, mungkin, saya akan menyadari makna immaterialitas perjalanan Isra` Mi`raj Nabi Suci, jauh di atas sekedar keajaiban-nya yang mengatasi alam materi ini. Saya teringat ada satu makhluk manusia yang teramat mulia. Tubuh materialnya telah terspiritualisasi sempurna menjadi Cahaya yang lebih terang dari seluruh Cahaya material maupun immaterial lain. Seluruh wujud-nya mengalami perjalanan, atau mungkin saya lebih suka menyebutnya sebagai transformasi atau dalam istilah filsafatnya gerakan substansial (untuk lebih mengetahui tentang gerak, baca ringkasan logika muslim oleh Hasan A.A.) , sehingga dikatakan ia mencapai "jarak substansial" terdekat terhadap Hakikat Agung Zat Suci Yang Maha Agung Maha Semarak di antara semua makhluk lain yang dicipta. Ia-lah Muhammad, Kekasih-ku, Junjungan-ku, dalam seluruh hidup-ku dan mati-ku. Ia-lah Muhammad, Kekasih Tuhan Seru Sekalian Alam. Sholallohu ‘alaihi wassalam.


Monday, August 4, 2008

Kondangan Temen Pertama Kali

Kemarin adalah hari yang paling bahagia bagi si Kiki temen gw. Pasalnya kemaren akhirnya dia nikahan juga dengan seorang juragan minyak berdarah timur tengah. Pesta dilangsungkan di sportclub kelapa gading dengan tema pernikahan bergaya adat nasional. Busana yang dikenakan mempelai laki-laki yaitu jas putih yang berkerah baju koko, peci serta celana panjang putih seperti pakaian adat sumatra. Adapu si Kiki nya pake kebaya putih.

Nama tempatnya kan sportclub, beberapa temen gw yang dateng nya malah ke sportmall seperti Agill, Abud & Ava. Disana makanannya lumayan enak dengan rasa yang berkelas. Tamu undangan juga sesuai dengan kapasitas gedung yang bisa dibilang ukuran medium. Gak terlalu sepi tapi rame juga lumayan, yang jelas asik deh.

Di Pelaminan Kiki&Qboy

Oya di kawinan Kiki Aziz ketemu sama mantanya yang namanya Eriez yang saat ini sudah menggandeng sang pacar baru. Aziz yang tadinya cengengesan dan terus melahap makanan sambil foto-foto jadi malah gerogi. Buntutnya pada saat sedang foto-foto, babang Wawaw ini gerogi dan ngejatohin camera samsung gw yang ciamik itu. Bagus banget gaya jatohnya, bagian lensanya rusak gitu. Yaudah nanti katanya mau dibeliin sama dia yang merek sony keluaran terbaru! yehehehe!

Oya gw sempet foto session juga dengan kedua mempelai, untung ada digicam prilie jadi bisa mengabadikan momment penting. Lalu setelah itu dengan tidak ada habis nya Dudayev bersaudara; Fiyyan dan Rehan terus merangsek ke antrian-antrian makanan ditemani sosok Imeem dan adek gw Dirga. Lalu ga lama si Agil yang nyasar ke sportmall sampe juga di kawinan Kiki. Lalu Ava yang tadinya nyasar juga sampe dengan agak telat.

Akhirnya setelah temen-temen udah pada nyikat hidangan Kiki yang enak-enak (ketauan deh pada anak kosan) kita pulang dengan perut membuncit. Saat anak-anak pada menuju pulang, Abud yang nyasarnya parah baru dateng uhauha! kocak banget. Akhirnya setelah itu pada ngumpul di rumah gw. Udah deh hari kemaren lumayan capek banget karena berdiri mulu, gw istirahat sampe sore.


waktu lagi ramah tamah

Friday, July 25, 2008

Pagi-Sore-Malam

Hari ini (kemarin .red) tidak seperti biasanya, hari ini tatkala gw sedang berchatting ria dengan salah satu teman baik gw Iie ternyata dia sedang liburan juga karena engga ngambil sp. Enggak lama kontak dari Arif ternyata dia lagi ga kuliah juga. Pas itu Iie ngajak makan siang diluar, jadilah gw balas kontak Arif buat jalan keluar. Tak lupa menginvite Tami dan Aziz biar suasana lebih ramai. Akhirnya kita menuju plasa indonesia untuk mencicipi restoran sushitei atas usul Iie.

Makan siang dengan porsi banyak tentu semakin renyah bila ditambah dengan berbagai obrolan masalalu yang cukup heroik dan kontroversial. Oya masih inget kan pastinya ternyata Tami makan nya tetep banyak, ada pesenan gw prawn apaan gitu dateng duluan dibabat ama dia, yaudah gw babat aja makanan dia dan taunya lebih enak pesenan dia haha mampus. Sambil makan trus ngobrol banyak ga terasa hari sudah sore kita pun berencana pulang menuju bilangan cempaka putih (temen-temen rumahnya deket semua) yang agak macet.

di lil'b

Bukan Aziz namanya kalo ga berulah. Dia mengajak untuk nonton di bioskop xxi kelapa gading. Kebetulan semua menyetujui jadilah kita ke mkg. Sesampai disana kita memilih tontonan yang sebetulnya gw ga suka (horor). Akhirnya dengan terpaksa gw ikut menonton. Oya udah Aziz yg ngajak nonton malah dia ga bawa dompet lagi, jadi inget jaman pacaran sama Hedhy suka ga bawa dompet, benar-benar alasan yang mantab buat mengirit.

Saat nonton film horor yang berjudul the eye, yang menikmati tontonan ya sekali lagi si Aziz ini. Yang lain macam gw, Arif, Tami dan Prilie ya rada-rada horor dan banyakan tutup mata (ini anak kuliah apa anak tk sih?). Bagian yang paling memalukan saat ada adegan hantunya lompat ke kaca samping mobil dengan keras Arif dan Tami teriak yang parah banget gitu. Lalu dengan spontan kaki gw yang lagi ditekuk langsung nendang kursi depan, dan mesti lo tau bahwa kaki gw langsung kram anjir otot nya kontraksi gara-gara kaget dan yang disusul ketawaan bang Aziz disamping gw. Udah deh ga lagi gw nonton film GJ bareng mereka.

Kang Ipin in Action!

Setelah nonton yang kira-kira udah jam 9.30 malem Tami ngajakin pulang, tapi Arif dan Prilie masih pengen jalan yaudah dengan lobi-lobi yahudi sama Tami kita lanjut ke gading batavia untuk sekedar makan snack dan minum-minum kopi. Lalu saat menuju tempat tersebut gw yang ga terlalu apal jalan menyasarkan teman-teman ke arah bypass yos sudarso. Buset jadi muter-muter nih haha.

Disana gw sok-sok-an mesen minum honey lime mint tea (namanya keren banget ya) yang ternyata rasanya kurang enak. Kalo kata temen-temeng gw rasanya kayak daun kemangi diseduh sama dikasih teh celup dan madu zzz. Dan karena duit kita juga udah pada abis-abisan jalan dari siang jadinya disini ga mesen banyak dan lebih banyak ngobrol-ngobrol aja. Lalu karena jam sudah malam dan sudah pada kena off-side makanya kita pulang kerumah masing-masing.

Lalu dijalan pulang Arif ngajakin gw hari sabtu untuk jalan ke acaranya FK UI tempat bang Agil. Gw sih berencana jalan apalagi sabtu besok gw ga ada kerjaan selain (tidak jadi aka batal) spotting bersama rekan indoflyer. Yasuw lah sampe rumah jam 11an gw langsung masuk rumah, melakukan beberapa aktivitas dan posting tulisan ini.

Lagi nunggu film dimulai

Friday, July 18, 2008

Manusia Bisa Berubah

Tulisan ini gw mulai berawal dari hal yang sebetulnya bersifat kebetulan. dimulai pada hari kemarin, gw, aziz, dan abah pergi ke mangga dua untuk membeli memmory ram untuk laptop nya aziz biar laptop nya lebih ciamik. Gw dan mereka berdua mengelilingi harco mangga dua untuk survey harga barang yang gw cari. Akhirnya memang malang yang menghampiri kita bertiga karena pas mau buka laptopnya si ajis, baut-baut dilaptop aziz udah pada doll alias udah ga bisa dibuka gara-gara rusak gitu sama emak-emak mangga dua.

Dan pada akhirnya dengan segala keikhlasan kita pulang kerumah dengan tangan hampa. Ditengah jalan salah satu temen gw mengidekan "Kita makan aja yook!". Karena gw juga laper dan sekalian temen gw pada mau buka puasa yaudah kita melanjutkan perjalanan untuk mencari hidangan berbuka. Lalu ditengah perjalanan temen gw lainya si Tami ikutan gabung untuk mencari sesuap nasi. Akhirnya kita menuju bilangan sabang untuk mencoba nasigoreng yang kata nya Abah lumayan menggoyang lidah.

Lalu habis makan kita dengan tanpa tujuan dan alasan yang jelas akhirnya memilih monas untuk tempat tujuan berikutnya. Disana kita cuma duduk-duduk aja dan liat-liat orang berlalu lalang, yang gw baru tahu adalah bahwa dimonas itu udaranya sejuk dan banyak angin, asik deh pokoknya tinggal gelar tiker sambil makan nasi uduk hahaha! Oya dari sana temen-temen udah pada kelaperan lagi dan kita makan di KFC Cikini raya. Buset gw kaget banget, ternyata Tami makanya lumayan banyak, udah makan nasigoreng trus di KFC pesen yang ayam nya ada dua biji. Setelah perbaikan gizi kita pulang kerumah masing-masing dengan terlebih dulu mengantar ke rumah yang tedekat.

Sampe rumah gw mengingat perjalanan kita tadi, sejarahnya cukup lucu. Kita-kita ini kan memang udah kenal sejak lama, lamaaaaaaaaaa banget. Dulunya gw sama Tami kaga deket, cenderung rival karena anaknya ngeselin (dulu), terus sama Abah gw juga ga deket, bahkan dia dulu bahan ceng-cengan nya anak-anak karena kelakuan nya yang kacau banget. Kalo sama Aziz emang dari dulu udah cs-an. Setelah lama enggak ketemu dan akhirnya kita jalan bareng lagi ternyata sekarang temen-temen yang dulunya gw pikir ga bakal deket eh pas gedenya kita malah jadi lebih akrab. Disisi lain teman-teman yang dulunya gw pikir kita bakal deket dan bakal cocok buat berteman akrab sampe gede eh malah skarang ga tau kemana arahnya. Disitu gw mikir kalo ternyata manusia bisa berubah, entah kearah yang baik ataupun tidak.

Entah tulisan gw ini nyambung atau tidak, setidak nya gw dapat pelajaran baru dari pertemanan gw yang bisa diimplementasikan keberbagai aspek kehidupan. Oke sekian tulisan gw, kebetulan akhir-akhir ini gw lagi rada rajin nulis, walaupun kurang berbobot tapi ini salah satu jalan untuk mengingat apa yang gw lalukan dan sebagai bahan refleksi, hehehe;p


Dari desa, pengen liat monas

Wednesday, June 25, 2008

Baru Pertama Kali

Tanggal 22 kemarin gw baru balik dari makassar setelah kepulangan kedua gw pada pertengahan bulan juni untuk urus krs, administrasi, dan mengikuti kegiatan training organisasi kampus. Pada awalnya tiba dimakassar memang berencana hanya 5 hari namun mundur hingga 2 minggu, karena dijadwalulangkan-nya kegiatan gw disana.

Selama gw melewati liburan di makassar sebelum kembali ke jakarta, kegiatan gw banyak dihabiskan untuk jalan-jalan atau pun sekedar makan di tempat-tempat yang belum pernah dijajaki sebelumnya. waktu mau balik ke jakarta ternyata rasanya tuh biasa-biasa aja, ga terlalu seneng atau sedih juga pokoknya plain deh datar-datar gitu.

Setelah gw pikir lama ternyata dimana kita berada asalkan bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan itu semua akan menjadi indah dan mengasikan. Dan mungkin gw masih ada waktu tiga hingga empat tahun lagi untuk menghabiskan masa studi di kota yang mana gw sebelin gara-gara panas dan beda deh dari tempat tinggal gw di jakarta.

oke sekian tulisan singkat yang ga jelas ini semoga ada manfaat nya thx....