Pages

Friday, April 20, 2007

Bidadari

Didalam surga itu ada bidadari - bidadari
yang baik - baik lagi cantik - cantik
Mereka nikmat Tuhan kamu yang manakah
yang kamu dustakan
Bidadari - bidadari yang jelita, putih bersih
dipingit dalam rumah
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah
yang kamu dustakan.

- Surat Ar-Rahman: 70-73 -

Tuhan telah menunjukan kebesarannya, seseorang biasa seperti gw menjadi mahluk yang diberikan sebuah kenikmatan cinta dan kasih yang cukup besar. Belum juga gw masuk surga, Tuhan telah begitu pemurah memperlihatkan seorang gadis manis yang baik. Bidadari yang cantik jelita. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Kadang kala kebaikan bisa menjadi sebuah kesenangan dalam diri ini, namun apabila kebaikan tersebut tidak di manfaatkan dan di syukuri dengan sebaik - baik nya maka akan menjadikan sebuah malapetaka kepada diri kita sendiri.

Bidadari gw pergi bos! Sepercik nikmat Tuhan telah terlewatkan dalam sebuah pergulatan panjang kehidupan gw. Ditinggal sang gadis dan juga bayang semu yang hanya menjadi bayang - bayang yang tidak bisa digapai.

Penyesalah sejadi - jadi nya, asli bos nyesel! Tapi nasi sudah menjadi bubur kalo kata aa gym tinggal tambahin ayam sama bumbu lainya udah jadi bubur ayam spesial. Terlepas dari terwujud nya keinginan gw untuk balikan lagi atau cari pacar baru tapi hidup harus terus berjalan. Ada kalanya untuk mendapatkan yang lebih baik dan maju melangkah menghadapi hari esok kita harus melupakan suatu hal yang lalu.

Tatkala gw tulis tulisan ini ada sebuah lirik yang pas untuk sebuah kisah klasik ini. Lirik by Badai - Tapi Bukan Aku


TAPI BUKAN AKU
by Badai

Jangan lagi kau sesali keputusanku,
Ku tak ingin kau semakin kan terluka
Tak ingin ku paksakan cinta ini,
Meski tiada sanggup untuk kau terim

Aku memang manusia paling berdosa,
Khianati rasa demi keinginan semu
Lebih baik jangan mencintai aku dan semua hatiku
Karena tak kan pernah kan kau temui, cinta sejati

Berakhirlah sudah semua kisah ini,
Dan jangan kau tangisi lagi
Sekalipun aku tak kan pernah mencoba kembali padamu
Sejuta kata maaf terasa kan percuma,
Sebab rasa ku telah mati untuk menyadarinya


No comments: