"Be not afraid of growing slowly, be afraid only of standing still"
~anonymous
Malam ini, insyaallah dua pekan sebelum kepulangan gw kembali ke kota tercinta, kota dimana gw tumbuh besar menjadi seorang remaja. Gak terasa ternyata empat tahun sudah gw meninggalkan kota itu. Ya! Jakarta..
Empat tahun sudah kota itu gw tinggalkan, dan tanpa terasa empat tahun sudah gw berada di sebuah kota di kawasan timur indonesia, Ya! benar sekali, di Makassar hehe :D empat tahun dimana gw menjalani hidup sebagai mahasiswa. Dan tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat dan menggoreskan cerita dan kenangan di dalam nya, hingga akhirnya tiba di ujung cerita.
Empat tahun di kota Makassar sebagai anak rantauan, anak cupu yang mencoba mencoba mencari pengalaman di sisi lain dunia. Dan tanpa terasa tujuan untuk menyelesaikan studi sarjana di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin telah berakhir, banyak kolega telah kembali ke kampung halaman, tidak kalah banyak yang sudah migrasi mengejar cita di sisi lain dunia.
Mendadak dalam pikiran gw, Makassar beberapa bulan terakhir terasa begitu sepi, mengutip dari bahasa saudara Arif Nindito, SE, B.Ec. "ibarat bangku kosong di musim libur sekolah" ya tepat sekali, seperti yang telah gw paparkan di atas, masing-masing orang sudah berjalan bahkan berlari mengejar impian dan cita-cita masing-masing meninggalkan kota ini. Sedikit rasa getir, dan selalu ada perasaan emosional (kalau tidak ingin dibilang sentimentil), tapi ini adalah realitas. Setiap yang dimulai pastilah akan ada akhirnya (Hakekat Penciptaan dan Eskatologi), dan setiap perjumpaan pasti ada perpisahan.
Dan tampaknya gw pun harus begitu, harus terus bergerak, entah perlahan ataupun berlari sekencang mungkin untuk mengejar cita-cita. Bulad tekad untuk segera kembali ke kota, kota dimana gw tumbuh besar. Kali ini gw akan kembali untuk mengejar cita-cita, entah sebagai sebuah persinggahan untuk kembali menatap sisi lain dunia atau apapun rencana Tuhan itu, Aku siap kembali jajal Jakarta :D
~anonymous
Malam ini, insyaallah dua pekan sebelum kepulangan gw kembali ke kota tercinta, kota dimana gw tumbuh besar menjadi seorang remaja. Gak terasa ternyata empat tahun sudah gw meninggalkan kota itu. Ya! Jakarta..
Empat tahun sudah kota itu gw tinggalkan, dan tanpa terasa empat tahun sudah gw berada di sebuah kota di kawasan timur indonesia, Ya! benar sekali, di Makassar hehe :D empat tahun dimana gw menjalani hidup sebagai mahasiswa. Dan tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat dan menggoreskan cerita dan kenangan di dalam nya, hingga akhirnya tiba di ujung cerita.
Empat tahun di kota Makassar sebagai anak rantauan, anak cupu yang mencoba mencoba mencari pengalaman di sisi lain dunia. Dan tanpa terasa tujuan untuk menyelesaikan studi sarjana di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin telah berakhir, banyak kolega telah kembali ke kampung halaman, tidak kalah banyak yang sudah migrasi mengejar cita di sisi lain dunia.
Mendadak dalam pikiran gw, Makassar beberapa bulan terakhir terasa begitu sepi, mengutip dari bahasa saudara Arif Nindito, SE, B.Ec. "ibarat bangku kosong di musim libur sekolah" ya tepat sekali, seperti yang telah gw paparkan di atas, masing-masing orang sudah berjalan bahkan berlari mengejar impian dan cita-cita masing-masing meninggalkan kota ini. Sedikit rasa getir, dan selalu ada perasaan emosional (kalau tidak ingin dibilang sentimentil), tapi ini adalah realitas. Setiap yang dimulai pastilah akan ada akhirnya (Hakekat Penciptaan dan Eskatologi), dan setiap perjumpaan pasti ada perpisahan.
Dan tampaknya gw pun harus begitu, harus terus bergerak, entah perlahan ataupun berlari sekencang mungkin untuk mengejar cita-cita. Bulad tekad untuk segera kembali ke kota, kota dimana gw tumbuh besar. Kali ini gw akan kembali untuk mengejar cita-cita, entah sebagai sebuah persinggahan untuk kembali menatap sisi lain dunia atau apapun rencana Tuhan itu, Aku siap kembali jajal Jakarta :D
No comments:
Post a Comment