Halo teman - teman semua, hari ini kamis tanggal 1 Maret 2007 di sekolah banyak banget kejadian menggemparkan. Tapi ada satu kejadian sepecial yang mau gw ceritakan ke lo smua. Kejadian ini mengambil setting di kelas gw XII IPS 2. Ni kejadian sunguh amat sangat super duper serem abis, selain para pelaku nya yang emang kelas berat smua.
Jadi langsung aja nih ceritanya, saat tadi pelajaran matematika anak kelas gw sebut saja Simba (bukan nama sebenarnya). Dia ini telat masuk kelas matematika Ibu Sri Menkeu kabinet nya si SBY. Dan lo tau!? peraturan bu Sri kalo telat yaitu push up 10x di depan kelas. Si Simba ini disuruh bu Sri push up. "Simba!! Kamu push up 10x" Tapi si Simba serem ini ngotot dan ga mau di hukum.
Lo tau selanjut nya apa? Ya kontan aja temen - temen pada marah lah, karna biasanya kalo anak yang laen telat masuk kelas harus di hukum. Namun si Simba gila ini ga mau di hukum. Beberapa saat kemudian anak - anak di kelas pada gaduh karna ibu Sri tidak menegakan keadilan dengan membiarkan Simba lolos jeratan hukuman push up.
Lalu temen - temen sekelas ngata - ngatain Simba ini di depan kelas sambil menyuruh Simba mejalani hukuman. Salah satu dari kami mulai terlihat kesal, sebut saja dia Khalil. Khalil berteriak dengan lancang "Bu! kalau si Simba nggak di hukum, kami sekelas nggak mau belajar matematik lagi!!" karna si Khalil ini ketua kelas serempak anak kelas gw pada ngikutin si Khalil ini.
Yasuw lah, anak di kelas yang lagi ngerjain latihan di papan tulis pada berhenti belajar sambil tereak - tereak ga jelas. Yow! bu Sri merasa bersalah dan memaksa kembali si Simba untuk di hukum. Simba yang tertekan di serang satu kelas menangis layak nya Singa Masae saudara sepupunya Simba. Dia menangis dengan menyeramkan seraya berkata "Puazz loozz Khalilzz ngedzoliminzz gwzz!!" dengan logat khas si serem Simba (anak - anak yang kenal Simba pasti tau logat a la jijay nya dia).
Ga lama dari itu (ini gw ga bohong) angin bertiup lumayan kenceng. Temen gw sempat merekam kejadian ini. Mungkin ada hubungannya dengan amukan si mistis Simba. Beberapa jam setelah nya hujan lebat pun terjadi. Khalil pun takut kalau dia di sumpah menjadi batu, akhirnya dia minta maaf dengan si Simba. Maka badai yang akan menyerang kelas XII IPS 2 tidak jadi datang.
Jadi langsung aja nih ceritanya, saat tadi pelajaran matematika anak kelas gw sebut saja Simba (bukan nama sebenarnya). Dia ini telat masuk kelas matematika Ibu Sri Menkeu kabinet nya si SBY. Dan lo tau!? peraturan bu Sri kalo telat yaitu push up 10x di depan kelas. Si Simba ini disuruh bu Sri push up. "Simba!! Kamu push up 10x" Tapi si Simba serem ini ngotot dan ga mau di hukum.
Lo tau selanjut nya apa? Ya kontan aja temen - temen pada marah lah, karna biasanya kalo anak yang laen telat masuk kelas harus di hukum. Namun si Simba gila ini ga mau di hukum. Beberapa saat kemudian anak - anak di kelas pada gaduh karna ibu Sri tidak menegakan keadilan dengan membiarkan Simba lolos jeratan hukuman push up.
Lalu temen - temen sekelas ngata - ngatain Simba ini di depan kelas sambil menyuruh Simba mejalani hukuman. Salah satu dari kami mulai terlihat kesal, sebut saja dia Khalil. Khalil berteriak dengan lancang "Bu! kalau si Simba nggak di hukum, kami sekelas nggak mau belajar matematik lagi!!" karna si Khalil ini ketua kelas serempak anak kelas gw pada ngikutin si Khalil ini.
Yasuw lah, anak di kelas yang lagi ngerjain latihan di papan tulis pada berhenti belajar sambil tereak - tereak ga jelas. Yow! bu Sri merasa bersalah dan memaksa kembali si Simba untuk di hukum. Simba yang tertekan di serang satu kelas menangis layak nya Singa Masae saudara sepupunya Simba. Dia menangis dengan menyeramkan seraya berkata "Puazz loozz Khalilzz ngedzoliminzz gwzz!!" dengan logat khas si serem Simba (anak - anak yang kenal Simba pasti tau logat a la jijay nya dia).
Ga lama dari itu (ini gw ga bohong) angin bertiup lumayan kenceng. Temen gw sempat merekam kejadian ini. Mungkin ada hubungannya dengan amukan si mistis Simba. Beberapa jam setelah nya hujan lebat pun terjadi. Khalil pun takut kalau dia di sumpah menjadi batu, akhirnya dia minta maaf dengan si Simba. Maka badai yang akan menyerang kelas XII IPS 2 tidak jadi datang.
No comments:
Post a Comment